</span><br style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"> <span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"></span><span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102);"></span><span style="font-family: Comic Sans MS; color: rgb(0, 51, 255); font-style: italic;"></span><br><efect(blink)><efect/(blink)>anda cari barang promosi yang murah tapi tidak murahan hanya Cari baaCra
klik untuk belanja Rp. 0,-
Qty 0
Home | Tentang Kami | Daftar Harga | Pengiriman | Detail Order | Konfirmasi | Hubungi Kami
   
 
Kategori Produk
    Agenda   Bolpen & Pulpen (Pen)   Botol Minum   Garment   Gift Set Dan Souvenir   Handuk (Towels)   Jaket &Rompi (Jacket & Vest)   Jam Dinding ( Wall Clock)   Jam Meja ( Desk Clock)   Jam Tangan ( Watch )   Jas Hujan (Rain Coat)   Mouse Pad   Mug,Gelas & Thumbler Promosi   Payung (Umbrella)   Power Bank   Tas Promosi (Bag)   Tempat Kartu Nama ( Name Card)   Topi (Hat)   Usb & Flash Disc Sold Out (16) Semua Kategori (300)  
 
  
 
Berita Selengkapnya
 
 
Kaus Oblong
[24/04/2013, 22:35:50]

Kaos oblong atau disebut juga sebagai T-shirt adalah jenis pakaian yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu dan perut. Kaus oblong biasanya tidak memiliki kancing, kerah, ataupun saku. Pada umumnya, kaus oblong berlengan pendek (melewati bahu hingga sepanjang siku) dan berleher bundar. Bahan yang umum digunakan untuk membuat kaus oblong adalah katun atau poliester (atau gabungan keduanya).

Mode kaus oblong meliputi mode untuk wanita dan pria, dan dapat dipakai semua golongan usia, termasuk bayi, remaja, ataupun orang dewasa. Kaus oblong pada mulanya digunakan sebagai pakaian dalam. Sekarang kaus oblong tidak lagi hanya digunakan sebagai pakaian dalam tetapi juga sebagai pakaian sehari-hari.

T- Shirt atau kaos oblong pada awalnya digunakan sebagai pakaian dalam tentara Inggris dan Amerika pada abad 19 sampai awal abad 20. Asal muasal nama inggrisnya, T-shirt, tidak diketahui secara pasti. Teori yang paling umum diterima adalah nama T-shirt berasal dari bentuknya yang menyerupai huruf "T", atau di karenakan pasukan militer sering menggunakan pakaian jenis ini sebagai "training shirt"

Masyarakat umum belum mengenal penggunakan kaos atau T-Shirt dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, para tentara yang menggunakan kaos oblong tanpa desain ini pun hanya menggunakannya ketika udara panas atau aktivitas-aktivitas yang tidak menggunakan seragam. Ketika itu warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu. Maksudnya, benda itu berwarna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan

Awal kepopuleran

T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. dan film Rebel Without A Cause (1995) yang dibintangi James Dean. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, muncullah polemik seputar kaos oblong.

Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika. Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.

Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Menjadi tren anak muda

Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaos oblong dalam film “Rebel Without A Cause”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Perlahan namun pasti, T-shirt mulai menjadi bagian dari busana keseharian yang tidak hanya dipakai untuk daleman, tetapi juga menjadi pakaian luaran. Pada pertengahan tahun 50an, T-shirt sudah mulai menjadi bagian bagian dari dunia fashion. Namun baru pada tahun 60an ketika kaum hippies mulai merajai dunia, T-shirt benar-benar menjadi state of fashion itu sendiri. Sebagai sebuah simbol (lagi-lagi) anti kemapanan, para hippies ini menggunakan T-shirt/kaos sebagai salah satu simbolnya. Semenjak saat itulah revolusi T-shirt terjadi secara total. Para penggiat bisnis menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium promosi yang amat efektif serta efesien. Segala persyaratan sebagai medium promosi yang baik ada di T-shirt. Murah, mobile, fungsional, dapat dijadikan suvenir, dan seterusnya.

Disaat yang bersamaan, kelompok-kelompok tertentu macam hippies, komunitas punk, atau organisasi politik, juga menyadari bahwa T-shirt dapat menjadi medium propaganda yang sempurna selain medium yang telah ada. Statement apapun dapat tercetak diatasnya, tahan lama, dan penyebarannya mampu melewati batas-batas yang tidak dapat dicapai oleh medium lain, seperti poster misalnya.

Dengan segala kesempurnaannya, T-shirt tidak lagi menjadi sederhana. Jelas, secara fungsional benda tersebut masih berlaku sebagai sebuah sandang. Namun dibalik itu semua, T-shirt memiliki value yang melebihi dari fungsi dasarnya. Desain T-Shirt yang terus berkembang sampai sekarang selaras dengan perkembangan manusia dan teknologi yang memang terus berkembang. Sejarah akan terus mencatat desain berbagai kaos seperti tie dye yang lekat dengan flowers generation, komunitas punk yang lekat dengan T-Shirt sobek, polos bahkan dengan desain typohraphy yang mencolok, dan siapa yang tidak kenal dengan kaos I Love New York yang fenomenal itu.

Dijadikan identitas pemakainya

Desain T-Shirt yang kemudian menjadi semacam aktualisasi pemakainya, bisa diramalkan akan tetap terus digemari. Elemen desain berupa typohraphy yang sangat menarik dan penuh maksud sangat berpeluang diminati masyarakat. Apalagi perkembangan dunia konsumen yang sangat memanjakan aktualisasi pribadi. Siapa pun Anda, konsumen, pemilik perusahaan, manajeman band, atau siapapun, bisa dengan mudah menunjukkan siapa diri Anda hanya dengan memakai T-Shirt dengan desain typohraphy atau perpaduan elemen desain lain.

Pemakaian kaos dalam berbagai kesempatan memberikan juga peluang bagi para desainer dalam berkarya. Fungsinya yang semakin melebar sangat bisa mendukung perkembangan desain itu sendiri. Kreatifitas menggunakan medium T-Shirt dalam berkarya desain membuka peluang pemaknaan karya desain serta perluasan pengetahuan tentang desain pada masyarakat. Berjamurnya clothing dan distro di kalangan bisnis modern adalah salah satu kemajuan yang positif dalam dunia desain. Berbagai karya desain yang diimplementasikan dalam medium T-Shirt memberi warna bagi kehidupan, tidak hanya bentukan huruf tapi foto, karya desain yang dulu tidak memungkunkan untuk menggunakan media T-Shirt, kini semuanya menjadi mungkin. Namun, perkembangan yang demikian masif harus tetap juga disikapi dengan baik, kemasifan sesuatu hal terkadang menjadikan desain hanya sebagai produk instan yang tidak memperhatikan faedah-faedah desain, karena itulah pengetahuan desainer akan prinsip-prinsip desain sangat diperlukan.

Kaos oblong di Indonesia

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain. Dan tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).


Berita lainnya ..
  1. Gantungan Kunci
    [24/04/2013, 22:35:50] Merupakan media atau alat untuk menggantungkan kunci, terbuat dari kayu, logam, plastik atau dengan berbagai macam bentuk, selengkapnya ..

  2. Bolpoin Antariksa
    [24/04/2013, 22:35:50] Bolpoin ruang angkasa Sebelum menggunakan bolpoin khusus, para antariksawan atau astronot, selengkapnya ..

  3. Kemeja
    [24/04/2013, 22:35:50] Kemeja dari bahasa Portugis, selengkapnya ..

  4. Jas Hujan
    [24/04/2013, 22:35:50] Jas hujan adalah pakaian tahan air yang, selengkapnya ..

  5. Mouse
    [24/04/2013, 22:35:50] Tetikus, dalam bahasa Inggris disebut mouse, , selengkapnya ..

  6. Gelas
    [24/04/2013, 22:35:50] Kaca semulaj adi, seperti obsidia, telah digunakan semenjak zaman batu., selengkapnya ..

  7. Mug
    [24/04/2013, 22:35:50] Cangkir modern yang lebih luas dan lebih mudah untuk manuver. Cangkir, selengkapnya ..

  8. Pensil
    [24/04/2013, 22:35:50] Pensil adalah sebuah alat tulis dan lukis yang awalnya terbuat dari grafit murni. Grafit dibungkus oleh kayu,, selengkapnya ..

  9. Jam Tangan
    [24/04/2013, 22:35:50] Pernahkah terbayang olehmu bagaimana orang-orang zaman dahulu mengetahui waktu? Penunjuk waktu/jam mengalami perkembangan dari masa ke masa, dari, selengkapnya ..

  10. Termos
    [24/04/2013, 22:35:50] Termos adalah sebuah botol yg diberi dinding dalam rangkap yang dirancang membentuk seperti kaca, selengkapnya ..

  11. USB
    [24/04/2013, 22:35:50] USB flash disk adalahalatpenyimpanan, selengkapnya ..

  12. Tas
    [24/04/2013, 22:35:50] Tas terkenal dimulai saat Perang Dunia Kedua, di mana saat itu banyak iklan di majalah-majalah untuk memperkenalkan model dan gaya, selengkapnya ..

  13. Jam Dinding
    [24/04/2013, 22:35:50] Jam dinding adalah jam yang difungsikan secara letak, atau biasanya dipajang di dinding. Jam dinding juga biasanya dipergunakan sebagai pajangan, selengkapnya ..

  14. Handuk
    [24/04/2013, 22:35:50] Siapa yang tidak mengenal handuk? Benda yang umumnya berupa kain ini merupakan alat yang berfungsi untuk mengeringkan tubuh. Holt, pada, selengkapnya ..

  15. Pulpen
    [24/04/2013, 22:35:50] Pulpen atau ballpoint adalah sejenis alat tulis yang ujung seperti pensil. Pulpen menjadi sangat populer karena mudah digunakan dna harganya, selengkapnya ..

  16. Payung
    [24/04/2013, 22:35:50] Payung adalah suatu benda pegag yang digunakan untuk mencegah hujan mengguyur tubuh seseorang. Juga digunakan untuk membuat bayang-bayang dan mencegah, selengkapnya ..

  17. Topi
    [24/04/2013, 22:35:50] Topi adalah penutup kepala. Topi juga dapat digunakan sebagai alat untuk melindungi kepala dari paparan cahaya/sinar matahar dan unsur-unsur, selengkapnya ..

  18. Perkembangan Internet
    [24/04/2013, 22:35:50] Bumi terbentuk sejak ber abad abad yang lalu.Revolusi dan perkembangan dunia semakin hari semakin berubah. Terutama pada abad ke 21 ini., selengkapnya ..

  19. mencari topi dan payung murah
    [24/04/2013, 22:35:50] untuk kebutuhan musim panas payung tidak terlalu diperlukan, karena musim panas orang lebih suka memakai topi sbagai pelindung kepala. jika anda, selengkapnya ..

  20. Belanja di toko online amankah?
    [24/04/2013, 22:35:50] Pada jaman dahulu jika orang-orang ingin belanja mereka harus capek-capek pergi ke pasar tradisional atau toko yang menyediakan barang - barang, selengkapnya ..

 
   
 
MakmurJaya.Net | Developed by Toko-Online-Instant.Com